Omzet Pendapatan Pedagang Pisang Di Lebak Naik

KAB. CIREBON, .- Puluhan tahun menopang ekonomi keluarga dengan berjualan rajungan, dilakukan seorang nenek di Jalur Pantura Desa Mundu Kabupaten Cirebon. Usaha ini memang memerlukan pengetahuan khusus seputar MPASI, termasuk soal cara membuatnya, tekstur makanan yang dibedakan sesuai umur bayi, jenis-jenis dan kombinasi bahan yang digunakan agar nutrisinya lengkap, dan sebagainya. Oleh karenanya, bisnis ini cocok ditekuni oleh ibu rumah tangga yang pada dasarnya sudah memiliki pengalaman pribadi seputar menyiapkan makanan untuk bayi mereka sendiri. Ibu rumah tangga yang terampil menjahit, membuat pakaian, mempermak baju dan celana bisa membuka usaha jasa menjahit di rumah.

Pitri Yanti sangat berterima kasih dengan bantuan dari Andre Rosiade yang bisa digunakannya untuk mengobati anaknya. Bahkan, juga bisa jadi tambahan modal berjualan bakwan yang terpakai selama tidak berjualan. Sebelumnya, Andre Rosiade mendapat informasi dari warga sekitar yang mengatakan keluarga Pitri sangat butuh bantuan. Hari itu, tim menyerahkan bantuan dari Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade yang juga anggota DPR RI, berupa uang tunai dan sembako. “Sekaligus mengkonsolidasikan kekuatan sosial pengurus cabang KB FKPPI dengan Kodam dan Polda di daerahnya masing-masing. Khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang saat ini masih menjadi momok persoalan bangsa.

Berjualan untuk membantu keluarga

Sampai sekarang, usaha saya masih berlanjut melalui pesanan yang datang dari tetangga, teman-teman dan komunitas yang sudah mengenal kualitas kue saya. Dari membuka laundry sampai toko kosmetik pun saya jalani tanpa takut akan rugi. Jika tidak mencoba, bagaimana kita akan paham cara berjualan jika hanya memikirkan kerugian. Adanya Woobiz sangat bermanfaat untuk saya dan perempuan yang ingin berusaha serta mendapatkan penghasilan. Sekarang, saya bisa membeli produk kosmetik tanpa takut produk tersebut palsu. Karena Woobiz menjamin ke-aslian produk tersebut langsung dari distributor terpercaya.

Kini roda perekonomian Indri dan keluarga perlahan tapi pasti mulai menemukan jalannya. Perjuangan dan doa yang tak pernah putus dari Indri telah membuahkan hasil. “Pas lagi nganter pesenan untuk pelanggan, motor yang biasa saya pakai untuk operasional diambil orang. Ya sempat bingung karena itu menjadi sarana saya buat mencari rejeki,” ujarnya lirih. Mengawali berjualan bumbu dapur tahun 1998, Indri sempat beberapa kali beralih usaha dagang sebelum menjatuhkan pilihan untuk berdagang makanan siap saji yang ia tekuni saat ini. Tak mudah untuk menemukan warung milik Indri yang memiliki branding bernama Dapur Mama Vira ini.

Atau saat menyapu lantai, harus berhati-hati agar semua kotoran tersapu dengan bersih. Maka kami membantu Nenek Abi dengan untuk modal uasah kerupuknya.” Ujar Devi. Kini, sudah hampir tiga bulan sejak wabah virus corona menjangkiti bangsa Indonesia, pemasukan saya dan suami berkurang, bahkan kini saya tidak bisa berjualan di sekolah lagi, karena warung dagangannya digusur. Kami harus memutar otak, bagaimana caranya untuk mendapatkan pemasukan bagi anak-anak kami.

Indekos sampai saat ini selalu dicari oleh mahasiswa atau karyawan dari luar kota yang mencari tempat tinggal di dekat tempat kerja atau kampusnya. Pastikan Anda menawarkan tarif yang kompetitif dan fasilitas yang memadai sehingga mereka tertarik untuk menyewanya. Siang hari Aditira menjual keripik dan makaroni yang sudah dibungkus dan pada malam harinya berkeliling di sekitar rumah dan menitipkannya ke warung. Kerja keras, tak membatasi diri belajar dari siapa saja, berpadu dengan kejelian membaca peluang, merupakan cerita paling ringkas tentang perjalanan hidup dan usaha Toni, sependek namanya. Namun, cerita yang tampak ringkas itu bermula sejak puluhan tahun silam, dengan beragam liku dan pernak-pernik. Tetap berjualan batagor, namun hanya di teras rumah kontrakan, untuk menghindari Covid-19.

Comments are Disabled